Tampilkan postingan dengan label aplikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aplikasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2016

KOMPOSISI MEDIA TANAM YANG SERING DIGUNAKAN UNTUK TABULAMPOT
1. Campuran tanah,pasir,dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1
2. Campuran tanah,pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 1:1:1
3. Campuran humus,sekam dan serbuk gergaji dengan perbandingan 1:1:1
4. Campurantanah,pupuk kandang dan serbuk gergaji dengan perbandingan 1:1:1
5. Campuran tanah,pasir kali dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2 (khusus utk anggur).
dan masih banyak lagi sesuai dengan kreatifitas masing- masing pekebun.

Kamis, 30 Mei 2013

Buahkan Durian di Pot 

 Durian di pot semula dianggap tidak mungkin
Durian tergolong sulit dibuahkan dalam pot se
hingga tidak direkomendasikan untuk tabulampot. Bunga sulit muncul apalagi bertahan menjadi buah yang matang. Seringkali bunga hanya bertahan sampai seukuran jempol orang dewasa lalu rontok. Eddy Soesanto, penangkar buah di Cijantung, Jakarta timuir, menduga itu disebabkan karakter perakaran pohon durian dewasa yang membesar dan memanjang ke samping. Volume pot yang terbatas jelas membatasi pertumbuhan akar. Ujung-ujungnya, pasokan hara pun seret.
Kesulitan membuahkan tabulampot durian itu ditepis Edi Sofiandi, pekebun di Parongpong, Bandung. “Dulu teknik memindahkan tanaman yang telah berbuah memang lazim, tapi itu teknik lama,” kata kelahiran Bandung 43 tahun silam itu. Menurutnya dengan media dan hara tepat volume pot yang terbatas tetap mampu mendukung perkembangan buah. Dengan prinsip itu Sofiandi sukses membuahkan tabulampot durian sebanyak 50 tanaman selama 3 tahun terakhir. Monthong umur 4 bulan pascaokulasi dengan daun lebat, segar, dan hijau dipilih sebagai bakalan tabulampot. Ia lantas dipindahkan ke polibag besar dan dirawat 4 bulan. Jika pertumbuhan tetap prima, baru dipindah ke karung plastik.
Media berupa pupuk kandang dan tanah liat dengan perbandingan 1:1. Tanaman-yang masih dalam karung lalu dibenamkan ke tanah. Caranya dibuat lubang seukuran karung. Bagian dasar tanah diberi pupuk fosfor berupa TSP sebanyak 2 sendok makan atau setara 20 g. Fosfor mengoptimalkan pertumbuhan akar. Taburkan pula furadan dengan jumlah serupa untuk mencegah kehadiran patogen tanah. Setelah karung dibenamkan, bagian atas diberi TSP dan furadan dengan dosis sama. Menurut Sofiandi durian dipindah ke lahan untuk menggenjot pertumbuhan vegetatif. Di sana tanaman dirawat 8-12 bulan dan dipupuk 2-3 kali. Pascaperawatan, tanaman diangkat untuk dipindah ke dalam drum. Tanaman dengan bola akar terbungkus karung lalu ditanam di drum. Ruang antara karung dengan dinding drum diisi media utama-pupuk kandang dan tanah liat-plus jerami. Tujuannya media mudah mengalirkan air dan pori-pori udara cukup. Akar baru dirangsang keluar dari karung dengan menyiramkan perangsang akar sebanyak 25 ml per 10 l air. Perangsang itu disiram setiap hari selama 1 minggu. Dengan perawatan rutin, buah bakal keluar tahun berikutnya.

Senin, 27 Mei 2013

Gadung Pelindung Padi

 Gadung
Dalam industri makanan, produsen menghilangkan kandungan dioskorin pada gadung Dioscorea hispida karena dapat menyebabkan kejang pada konsumen. Bagi petani padi, dioskorin justru menjadi sahabat. Riset Yuli S Fajar dan rekan-rekan dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor menunjukkan dioskorin ampuh mengusir wereng, kutu daun, dan walang sangit yang kerap mengusik tanaman padi.
Cuci bersih umbi lalu parut dan peras. Kemudian campurkan setiap kilogram parutan umbi dengan 700 ml air. Peras larutan sehingga didapat 600 ml cairan kental sebagai pestisida alami. Petani bisa mengencerkan cairan kental itu dengan perbandingan 10 cc larutan insektisida nabati itu pada 5 l air. Cara pakai: semprotkan larutan itu mulai dari batang bawah hingga ke daun padi. Gadung datang, hama pun kabur.***